Judi Poker Live - Bukan menjadi hal tabu jika seorang Disk Jockey (DJ) dituntut untuk berpenampilan menarik. Apalagi bagi seorang wanita yang menggeluti profesi sebagai DJ, tidak jarang mereka menunjukkan sisi keseksian lewat busana yang terbilang berani.
Dinar Candy, Yasmin, Una, Farra, hingga Katty Butterfly menjadi sederet nama Female DJ yang kerap tampil seksi di setiap pertunjukkan mereka.
Dinar Candy, Yasmin, Una, Farra, hingga Katty Butterfly menjadi sederet nama Female DJ yang kerap tampil seksi di setiap pertunjukkan mereka.
Lewat aksi saat melakukan mixing lagu hingga goyangan mereka saat tampil, mampu menghipnotis kaum adam. Pastinya menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Atas penampilan yang disuguhkan para Female DJ lewat penampilan dan aksi mereka, Taufik NC, Ketua Harian Pengurus Pusat Persatuan Disk Jockey Indonesia (PDJI) menerangkan jika hal tersebut bukan masalah.
Atas penampilan yang disuguhkan para Female DJ lewat penampilan dan aksi mereka, Taufik NC, Ketua Harian Pengurus Pusat Persatuan Disk Jockey Indonesia (PDJI) menerangkan jika hal tersebut bukan masalah.
“Enggak masalah selama dalam batas wajar, karena seorang
performer kan harus menarik. Kalau menurut mereka dengan memakai pakaian
itu bisa menyempurnakan penampilan mereka,” kata Taufik, dilansir Judi Poker Live.
Ia menegaskan, “Seksi boleh asal dibarengi dengan kemampuan DJ yang benar.”
Sayangnya, tidak jarang pakaian seksi yang dikenakan Female DJ tersebut
justru disalahartikan oleh segelintir penonton yang menikmati aksi para
DJ. Beberapa diantara menganggap Female DJ tersebut bisa ‘dibeli’ dan
akhirnya melakukan bisnis jasa.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Menanggapi fenomena tersebut, sebagai seseorang yang juga bertugas
melindungi profesi DJ, Taufik mengatakan ada pembekalan diri kepada para
DJ yang terdaftar sebagai anggota di PDJI.
Namun jika memang ada oknum
yang bersifat nakal, itu di luar kuasa PDJI sebagai lembaga yang
menaungi profesi tersebut.
“Ada sekitar 1.000 anggota DJ yang tergabung di PDJI dan tersebar
di wilayah Indonesia dan mereka diawasi oleh tiap pengurus di daerah.
Kita menjaga nama baik DJ sebagai sebuah pekerjaan professional dengan
memberikan program pelatihan. Jadi buat dapat title DJ itu memang harus
belajar,” papar Taufik.

Ia menambahkan, “Kalau ada oknum nakal yang melakukan bisnis
prostitusi misalnya, itu kembali lagi pada individu masing-masing.
Ada
yang seksi tapi bisa menjaga diri, jadi enggak semua bisa dipukul rata
kalau seksi mengarah tidak baik.”
Senada dengan apa yang dijelaskan oleh Taufik, Dinar Candy pun
berkali-kali mengaku mendapatkan uang hasil menjalani profesi sebagai
seorang DJ, bukan dengan hal-hal seperti terlibat bisnis prostitusi yang
kini sedang heboh di Tanah Air.
“Seksi, tapi tidak prostitusi. Gua aneh sama cewek yang jual pussy, hallo? Kenapa pussy di jual-jual yah?,” ujar Dinar.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar