Pembunuh dari John Lennon, yakni David Mark Chapman tengah menjalani masa hukuman. Setelah dipenjara selama 20 tahun, Chapman mengungkapkan bahwa dirinya telah dilanda malu dari tahun ke tahun.
Hal itu pun diutarakan David Mark Chapman di hadapan masyarakat umum dalam sidang pengajuan pembebasan yang ke-10 pada Agustus lalu di Wende Correctional Facility.
Pada persidangan itu, David Mark Chapman juga menyebutkan bahwa dirinya sangat menyesal karena telah membutuh personel The Beatles tersebut di apartemennya pada tanggal 8 Desember 1980.
Hal itu pun diutarakan David Mark Chapman di hadapan masyarakat umum dalam sidang pengajuan pembebasan yang ke-10 pada Agustus lalu di Wende Correctional Facility.
Pada persidangan itu, David Mark Chapman juga menyebutkan bahwa dirinya sangat menyesal karena telah membutuh personel The Beatles tersebut di apartemennya pada tanggal 8 Desember 1980.
“Tiga puluh tahun lalu, saya tidak bisa mengatakan saya merasa
malu, namun sekarang saya tahu apa artinya malu,” ucap David Mark
Chapman, dilansir Capsa Susun.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
David Mark Chapman mengaku sempat mendapatkan kegalauan dalam
hatinya untuk membunuh John Lennon.
Pasalnya pada waktu itu, ia merasa
sangat bahagia lantaran John Lennon sudah memberikan tandatangan pada
album yang dimilikinya.
“Saya ingat waktu itu dengan pikiran 'Hey, kamu sudah dapat album
yang ditandatangani. Lilhatlah, dia sudah tanda tangan, sekarang
pulanglah." Namun saya juga tidak mau pulang ketika itu,” ungkapnya.
Pihak pengadilan pun pada akhirnya tidak mengabulkan pembebasan
yang diajukan oleh David Mark Chapman. Mereka mengatakan bahwa Chapman
bisa menjadi masalah untuk keamanan publik, lantaran kemungkinan aksi
balas dendam terhadap tindakannya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar