Judi Poker Live - Penyanyi solo asal Korea Selatan, IU membantah setelah dituduh membeli hunian mewah di Gwacheon, Gyeonggi-do, Korea Selatan, hanya untuk mendapat keutungan semata.
Dilansir Judi Poker Live, LOEN Entertainment yang menaungi IU mengatakan kepada TV Report.
“Tidak benar bahwa IU membeli real estate-nya demi mendapat untung. Dia tidak memiliki tujuan itu.
Dilansir Judi Poker Live, LOEN Entertainment yang menaungi IU mengatakan kepada TV Report.
“Tidak benar bahwa IU membeli real estate-nya demi mendapat untung. Dia tidak memiliki tujuan itu.
Gedung itu memiliki kantor ibunya, ruang kerja pribadi IU, dan ruang pelatihan untuk juinior yang didukung IU.
Dia tidak memiliki tujuan penjualan saat ini. Tidak mungkin perbedaan harga bisa terjadi. 2,3 miliar itu bukan informasi yang benar, dan Anda tidak bisa menjual lingkungan itu.” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah media di Korea Selatan melaporkan bahwa wanita 25
tahu ini menjadi salah satu orang yang mencari keuntungan dari GTX
(Great Train eXpress), salah satu transportasi Korea.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Mereka mengatakan
jika IU membeli tanah dan bangunan di Gwacheon pada Januari 2018 lalu
seharga 4,5 miliar won (Rp 57,579 miliar).
Sejak saat itu, harga properti di kawasan tersebut telah meningkat menjadi 6,9 miliar won (Rp 88,28 miliar). Hal itu meunjukkan bahwa IU menerima keuntugan sebesar 2,3 miliar won.
Bahkan, CEO dan Ketua pemilik hunian mewah itu tak memiliki keutungan besar, tetapi properti IU meningkat paling banyak.
Salah seorang pihak dari real estate itu mengatakan, "Pemerintah mengeluarkan GTX untuk mencoba mengendalikan real estate, tetapi karena itu, harga real estate daerah itu meningkat dengan sangat cepat. Kami khawatir orang-orang berusaha mengambil untung dari perbedaan harga pasar."
Namun, netizen Korea tidak begitu yakin jika IU melakukan hal tersebut. Mereka menganggap bahwa orang-orang seperti IU berkontribusi pada gentrifikasi daerah, di mana dia akan membeli tanah dan mendapatkan keuntungan dari sewa yang tinggi.
Salah satu knetz mengatakan, "Tidak ada yang akan mengatakan bahwa ini adalah tujuan mereka. Mereka akan menghasilkan uang dengan memberikan uang sewa."
"Apakah dia pikir orang bodoh? Daerah seperti apa yang harganya naik seperti itu? Apakah itu mungkin diketahui tanpa informasi orang dalam?" timpal yang lain.
Bahkan, CEO dan Ketua pemilik hunian mewah itu tak memiliki keutungan besar, tetapi properti IU meningkat paling banyak.
Salah seorang pihak dari real estate itu mengatakan, "Pemerintah mengeluarkan GTX untuk mencoba mengendalikan real estate, tetapi karena itu, harga real estate daerah itu meningkat dengan sangat cepat. Kami khawatir orang-orang berusaha mengambil untung dari perbedaan harga pasar."
Namun, netizen Korea tidak begitu yakin jika IU melakukan hal tersebut. Mereka menganggap bahwa orang-orang seperti IU berkontribusi pada gentrifikasi daerah, di mana dia akan membeli tanah dan mendapatkan keuntungan dari sewa yang tinggi.
Salah satu knetz mengatakan, "Tidak ada yang akan mengatakan bahwa ini adalah tujuan mereka. Mereka akan menghasilkan uang dengan memberikan uang sewa."
"Apakah dia pikir orang bodoh? Daerah seperti apa yang harganya naik seperti itu? Apakah itu mungkin diketahui tanpa informasi orang dalam?" timpal yang lain.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar