
Pihak promotor yang mendatangkan Lee Jong Suk dalam gelaran Fan Meeting bertajuk ‘Crank Up’ di Jakarta, akhirnya angkat suara soal polemik penyalahgunaan visa yang dipakai oleh Lee Jong Suk dan tim dari Korea saat berada di Indonesia.
Dijelaskan oleh Lee Jun Ho selaku Direktur Yes24 Ent. Indonesia, ia
mengatakan jika sebenarnya mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk
membantu mengurus segala dokumen dari Korea ke Indonesia.
Hal ini
dirasakan perlu karena ia merasa konsultan visa yang asli Indonesia akan
lebih memahami birokrasi mengurus dokumen di tanah air.
“Kami menggunakan jasa konsultan visa untuk mengurus dokumen Lee
Jong Suk dan tim. Namun sayangnya, semua berujung dengan permasalahan,"
kata Lee Jun Ho, dilansir Bandar Ceme.
"Dimana terdapat kesalahan dalam penggunaan visa yang seharusnya
visa kerja, namun yang diurus oleh visa konsultan adalah visa turis,"
sambungnya.
Diakui oleh pihak promotor, mereka lalai dalam melakukan
pemeriksaan yang lebih terperinci terhadap laporan pihak ketiga.
Pihak
promotor terlalu memberikan kepercayaan penuh kepada pihak ketiga
tersebut untuk melakukan tugas dan kewajibannya.
“Kami mengaku lalai karena tidak melakukan pengecekan informasi
kepada pihak ketiga. Dan memilih percaya semua sudah dikerjakan dengan
sesuai dan semestinya.
Sehingga dalam hal ini kami juga dirugikan atas
kesalahan yang dilakukan mereka dalam mengurus visa Lee Jong Suk,” jelas
Lee Jun Ho.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Mengenai keberadaan pihak ketiga saat ini, Lee Jun Ho sendiri
belum mendapatkan klarifikasi. Bahkan hingga kini, ia bersama timnya
masih kesulitan untuk berkomunikasi dengan oknum tersebut.
“Sejak hari Minggu sampai hari ini oknum tersebut belum bisa kami
temukan. Kami masih berusaha untuk mencari keberadaannya dan membuka
pintu dengan itikad baik menyelesaikan hal ini” ujar Lee Jun Ho.
Namun jika nantinya sang oknum bisa ditemukan, pria asal Korea itu tidak akan terburu–buru mengambil langkah hukum.
“Kami akan mengupayakan dengan jalur mediasi dulu. Mengenai
masalah apakah Yes24 cabang Indonesia akan diberikan sanksi, itu kita
lihat diproses yang berjalan nanti," tutur Lee Jun Ho.
"Karena Yes24 di sini juga sebagai cabang dari pusatnya di Korea,
jadi semua keputusan juga dibuat disana. Demikian juga terkait langkah
yang harus kita ambil kedepannya.” tambahnya.
Kasus yang menimpa Lee Jong Suk ini menjadi pengalaman pertama
bagi sang promotor. Sebelumnya, mereka pun telah beberapa kali
melaksanakan event music Korea dan semuanya berjalan dengan lancar.
Meskipun sebelumnya menggunakan jasa konsultan visa, yang juga mengurus
segala dokumen sang artis, namun belum pernah mengalami masalah seperti
ini.
“Sebelumnya juga menggunakan jasa konsultan visa, tapi tidak menemukan masalah. Untuk kasus ini, menjadi pengalaman yang berharga bagi kami pihak promotor untuk lebih berhati–hati dalam menggunakan jasa pihak ketiga. Harus ada verifikasi data dan semuanya harus double kroscek,” pungkas Lee Jun Ho.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar